Home / Berita Kampus / Prodi ISAI UIN Walisongo Jalani Visitasi Akreditasi Internasional ACQUIN, Asesor Tinjau Fasilitas Pembelajaran

Prodi ISAI UIN Walisongo Jalani Visitasi Akreditasi Internasional ACQUIN, Asesor Tinjau Fasilitas Pembelajaran

Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan lapangan (site visit) Tim Asesor Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) dalam rangka proses akreditasi internasional, Kamis (22/7). Visitasi yang dimulai pukul 11.45 WIB tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam penilaian mutu akademik, sarana-prasarana, serta ekosistem pembelajaran yang dimiliki Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam.

Tim asesor ACQUIN yang terdiri atas Prof. Christina Evi Utami, Ph.D. dan Sabina Goete disambut oleh jajaran pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, serta para dosen ISAI. Kunjungan lapangan berlangsung dengan meninjau secara langsung berbagai fasilitas pembelajaran dan pendukung akademik yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan di program studi.

Visitasi diawali dengan peninjauan Galeri Nusantara, ruang yang menjadi etalase berbagai karya terbaik mahasiswa. Di lokasi ini, para asesor mengamati beragam hasil pembelajaran berbasis praktik yang mencerminkan kompetensi mahasiswa, mulai dari maket Studio Seni dan Arsitektur, maket Struktur, hingga karya seni berupa lukisan, sketsa, kaligrafi, karya dwimatra, dan trimatra. Berbagai karya tersebut menunjukkan implementasi kurikulum yang mengintegrasikan kreativitas, kemampuan teknis, serta nilai-nilai seni dan arsitektur Islam dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya, tim asesor mengunjungi Laboratorium Komputer yang menjadi pusat pembelajaran desain digital arsitektural. Laboratorium ini dilengkapi dengan perangkat komputer yang mendukung penggunaan berbagai perangkat lunak perancangan dan visualisasi arsitektur sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi digital sesuai kebutuhan dunia profesional dan industri kreatif.

Peninjauan juga dilakukan pada Studio Dasar, Studio Lanjut, serta ruang-ruang perkuliahan yang telah dilengkapi dengan Smart TV sebagai media pembelajaran interaktif. Ruang kelas yang didukung meja dan kursi ergonomis dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman serta menunjang proses pembelajaran berbasis studio yang menjadi karakter utama pendidikan seni dan arsitektur.

Selain menilai fasilitas akademik, tim asesor turut melakukan observasi terhadap sarana pendukung yang mencerminkan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan fasilitas ramah penyandang disabilitas, sistem keamanan gedung melalui pemasangan CCTV, serta kesiapan jalur evakuasi dan akses keselamatan apabila terjadi kondisi darurat, seperti gempa bumi. Penilaian tersebut menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi bertaraf internasional.

Ketua Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, Alifiano Rezka Adi, menyampaikan bahwa visitasi ini tidak hanya bertumpu pada proses penilaian administrasi, namun yang lebig penting adalah bagaimana visitasi ini menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen program studi dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

Hal yang selaras juga disampaikan oleh Kepala Galery Nusantara, Didung Putra Pamungkas, bahwa untuk menunjang kualifikasi akademik mahasiswa, galeri nusantara memiliki peran vital dalam mewadahi presentasi karya mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dituntun untuk mampu dan percaya diri dengan karya yang mereka hasilkan. Kepala Laboratorium Komputer Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, Muhammad Najieb Sholih, juga menambahkan bahwa spesifikasi perangkat komputer yang tersedia telah disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran desain arsitektur. Menurutnya, fasilitas tersebut mampu mendukung mahasiswa dalam mengoperasikan berbagai perangkat lunak desain, pemodelan tiga dimensi (3D), visualisasi, hingga proses rendering yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran berbasis studio.

Pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Dr. Mokh. Sya’roni, M. Ag. menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sebagai bagian dari upaya mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Pengembangan fasilitas pembelajaran akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengakomodasi kebutuhan proses belajar mengajar yang semakin dinamis serta memenuhi standar pendidikan tinggi bertaraf internasional.

Pada akhir rangkaian visitasi, Tim Asesor ACQUIN memberikan apresiasi terhadap fasilitas pembelajaran, sarana, dan prasarana yang dimiliki Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam UIN Walisongo Semarang. Berbagai fasilitas yang tersedia dinilai telah mendukung proses pembelajaran berbasis praktik, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta menciptakan lingkungan akademik yang kondusif sesuai dengan standar penjaminan mutu internasional.

Pelaksanaan visitasi ini menjadi salah satu langkah strategis UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat global. Melalui proses akreditasi internasional ACQUIN, Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam diharapkan semakin meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat dunia.

About isai

Check Also

Perkuat Kolaborasi Akademik, Prodi ISAI UIN Walisongo dan Prodi Arsitektur UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Jalin PKS dan Gelar Kuliah Dosen Tamu

Semarang – Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) UIN Walisongo Semarang memperkuat sinergi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *